
Rilis pada Maret 2017, Nintendo Switch menandai momen berani dan menentukan dalam sejarah game. Setelah kegagalan komersial Wii U, Nintendo beralih ke filosofi desain hibrid: satu konsol yang bisa berpindah mulus antara mode genggam, tabletop, dan TV yang didock. Inovasi ini mengaburkan batas antara konsol rumahan dan game portabel, memberi pemain fleksibilitas untuk bermain di mana pun dan dengan cara apa pun yang mereka mau. Didukung judul peluncuran yang mengesankan, The Legend of Zelda: Breath of the Wild, Switch cepat menjadi sukses global.
Switch menghidupkan kembali ekosistem hardware dan software Nintendo. Ia melihat rilis landmark seperti Super Mario Odyssey, Animal Crossing: New Horizons, Pokémon Legends: Arceus, dan Metroid Dread, bersama dukungan indie yang kuat dan port pihak ketiga yang mengejutkan. Kontroler Joy-Con yang bisa dilepas memperkenalkan cara bermain baru, dengan kontrol gerakan, HD rumble, dan multiplayer lokal di mana saja. Fungsionalitas daring berkembang seiring waktu, dengan Nintendo Switch Online menyediakan akses ke save awan dan perpustakaan game retro (NES, SNES, N64, dan GBA), lalu tingkat Expansion Pack.
Daya tarik konsol diperluas lagi oleh model baru: Switch Lite (versi genggam saja) pada 2019 dan OLED Model pada 2021, yang punya layar dan audio yang lebih baik tetapi tanpa lonjakan performa besar. Per 2025, Switch telah terjual lebih dari 139 juta unit, menjadikannya salah satu konsol video game terlaris sepanjang masa, menyaingi PS2 dan Nintendo DS. Pengaruhnya luas—menggabungkan pengembangan genggam dan konsol rumahan Nintendo menjadi satu platform terpadu—dan suksesnya diharapkan membentuk generasi hardware Nintendo berikutnya.
Spesifikasi teknis Nintendo Switch
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| CPU/GPU | NVIDIA Custom Tegra X1 (quad-core ARM Cortex-A57 + Maxwell GPU) |
| RAM | 4 GB LPDDR4 (model OLED: 4 GB; Switch 2 dikabarkan memakai 8–12 GB) |
| Penyimpanan | Internal 32 GB (model OLED: 64 GB); bisa diperluas lewat microSDXC (hingga 2 TB) |
| Layar | LCD 6.2” (720p); model OLED: OLED 7” (720p genggam, hingga 1080p didock) |
| Kontroler | Joy-Con yang bisa dilepas dengan HD rumble, sensor gerak, kamera IR (Joy-Con R) |
| Daya baterai | 2.5–9 jam tergantung model dan penggunaan |
| Konektivitas | Wi-Fi, Bluetooth (audio didukung pasca-firmware), USB-C, HDMI (lewat dock) |
| Sistem operasi | OS proprietary Nintendo dengan UI kustom |
| Layanan daring | Nintendo Switch Online (NSO), NSO Expansion Pack |
| Kompatibilitas mundur | Tidak kompatibel native dengan 3DS/Wii U; Virtual Console diganti NSO |
| Tanggal rilis | 3 Maret 2017 |

